Kamis, 05 Mei 2016


Miracle of Giving Fool
Keajaiban yang Diberikan Orang Idiot




Di sebuah desa, hiduplah seorang yang keterbelakangan mental, Lee Sung-Ryong namanya. Karena sikap dia yang keterbelakangan itu, dia dijuluki si bodoh. Karena benar-benar bodoh, dia tidak mempunyai ketrampilan. Membuat roti adalah satu-satunya yang bisa dia kerjakan. Si bodoh itu menunggu seseorang yang mana orang itu belum tentu akan datang.

Dari hari berganti hari, dan tahun pun  berganti tahun. Akhirnya orang yang dia tunggu kembali datang. Sung-Ryong langsung terheran dan mengejar orang itu. Tetapi orang yang dia kejar merasa ketakutan karena sikap Sung-Ryong dan penampilannya yang tidak rapi. Akhirnya Sung-Ryong menghentikan jalannya perempuan itu. “Apakah aku mengenalmu” tanya si perempuan cantik. “Senang bertemu denganmu” ungkap Sung-Ryong. Tetapi perempuan itu terheran, akhirnya Sung-Ryong berkata “Maaf... mungkin kamu sudah lupa sekarang” akhirnya Sung-Ryong mengatakan salam jumpa, dan pergi. Tetapi sepatu yang dipakai Sung-Ryong tertinngal, akhirnya wanita cantik itu membawa sepatunya.
Sung-Ryong merasa senang sekali dengan kedatangan wanita yang dia tunggu-tunggu, yaitu Ji-Ho. Dia sering menunggu dan bersenbunyi untuk melihat Ji-Ho. Suatu hari Ji-Ho menemui dia di pinggir jalan dan menyapa Sung –Ryong. Tetapi Sung-Ryong ketakutan, Sung-Ryong merupakan teman Ji-Ho sewaktu kecil. Suatu ketika terdapat kejadian kebakaran di sekolah mereka dan Sung-Ryong dituduh bahwa kebakaran itu ulah dari Sung-Ryong, akhirnya dia dikeluarkan dari sekolah. Tetapi ibu Sung-Ryong percaya padanya bahwa kebakaran itu bukanlah ulah Sung-Ryong. Ibu Sung-Ryong tahu bahwa dia tidak akan berbohong. Tetapi sekarang ibu Sung-Ryong meninngal. Dan dia selalu menyanyikan Little Star, dan melihat langit untuk mengenang ibunya.
Sung-Ryong mempunyai seorang adik gadis canti yangtidak seperti kakaknya  yang bernama Jee-In. Ibunya selalu berpesan kepada Sung-Ryong untuk menjaga adiknya. Tetapi adiknya tidak menyukai, karena mempunyai kakak yang idiot. Jee-In melarang kakanya untuk peduli padanya. Setiap berangkat sekolah Sung-Ryong membuatkan sarapan roti untuk Jee-In dan menutup roti dengan sangat rapat, supaya rotinya tidak cepat dingin. Tetapi Jee-In tidak pernah peduli dan tidak pernah memakannya. Sung-Ryong selalu tersenyum untuk menghadapi semua masalahnya dan juga menghadapi adiknya.
Sung-Ryong mempunyai satu sahabat bernama Sang-Soo yang mana sahabatnya menyayanginya. Dan sekarang bertambah satu lagi, yaitu Ji-Ho. Dengan kedatangan dua sahabatnya itu, Sung-Ryong sangat senang, semua beban hidup seakan-akan tidak ada. Dia hanya membalas semua beban dengan senyuman dan berusaha senang. Tujuan satu-satunya adalah ingin membahagiakan adiknya Jee-In. Kedua sahabatnya mengambil pelajaran dari Sung-Ryong, yaitu menghadapi semua kehidupan di dunia dengan senyuman.
Suatu hari Jee-In sakit dan pingsan di sekolah. Sung-Ryong meninggalkan kedai rotinya dan langsung berlari mencari Jee-In. Akhirnya Jee-In dibawa ke rumah sakit dan dirawat di sana. Sung-Ryong sangat sedih tetapi dia berusaha untuk tersenyum. Dan Jee-In mulai sadar bahwa betapa sayangnya Sung-Ryong kepadanya. Tetapi suatu malam ketika Sung-Ryong pergi ke rumah sakit, dia dihadang oleh sekumpulan orang-orang jahat, dan Sung-Ryong di pukul kepalanya, Sung-Ryong akhirnya mneinggal dunia. Dan adiknya sangat menyesal dan sedih, kedua sahabatnya juga merasa sedih. Tetapi mereka mendapat sebuah pelajaran dari Sung-Ryong, yaitu menghadapi semua kehidupan dengan senyuman, dan berusaha untuk mencapainya. Akhirnya mereka selalu tersenyum dan mengingat apa yang diberikan Sung-Ryong kepada mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar